DO NOT MISS

Peristiwa

Hukum

Tekhnologi

Politik

Jumat, 04 November 2016

tutorial cara membuat undangan melalui corel draw

Jumat, 26 Agustus 2016

Kisah Teater Bunga Penutup Abad Untuk Mengenang Pramoedya Ananta Toer

JAKARTA, TEGARNEWS.com - Kisah Teater Bunga Penutup Abad, yang terinspirasi dalam novel ' Bumi Manusia ' dan ' Anak Semua Bangsa ' yang termasuk dalam seri novel Tetralogi Pulau Buru karya sastrawan besar Indonesia Pramoedya Ananta Toer.

Pementasan yang di persembahkan untuk mengenang 10 tahun wafatnya Pramoedya ini mengisahkan tentang kehidupan Nyai Ontosoroh yang diperankan oleh (Happy Salma) dan Minke (Reza Rahadian) usai kepergiannya Annelies (Chelsea Islan) ke Belanda.

Kehidupan Annelies sejak berangkat dari pelabuhan Surabaya dikabarkan oleh Panji Darman melalui Surat-suratnya yang dikirimkan pada Minke dan Nyai Ontosoroh . surat-surat itu bercap kan Pos dari berbagai tempat singgah kapal yang ditumpangi Annalies dan Panji Darman.

Surat-surat dari Panji Darman sangatlah rinci, yang menggambarkan tentang keadaan Annalies yang terpukul karena ia harus terpisah dengan ibu maupun suaminya.

Kabar dari Panji Darman juga menjadi pelepas rindu Nyai dan Minke yang terpenjara dirumah sendiri.

Minke sering membacakan surat-surat itu pada Nyai Ontosoroh, Surat demi surat membuka pintu kerinduan antara mereka, juga kisah pertama kali Minke berkenalan dengan Sang Pujaan hati Annelies.

Tidak lupa juga cerita lucu yang disuguhkan dalam adegan sahabat Minke, Jean Marais yang diperankan oleh (Lukman Sardi) untuk melukis Nyai Ontosoroh.

Mulai dari pujian, Ciuman mesra hingga pelukan hangat yang diberikan Minke kepada Annalies dan akhirnya menjadi Istri. Tetapi, Minke harus merelakan kepergian Annalies ke Belanda. Kesedihan tersebut pun membuat Minke ingin pergi ke Batavia dan melanjutkan sekolah nya menjadi seorang Dokter.

Belum juga Minke pergi, kabar buruk pun datang. dalam surat Panji tertuang bahwa Annalies telah meninggal dunia, dan kegelapan pun sontak mengerumuni rumah itu, dan Kebencian pun Meradang..

Dan kisah yang terinspirasi dari novel ' Bumi Manusia dan ' Anak Semua Bangsa ' karya Pramoedya ini pun sungguh memukau, dan mengajak penontonnya membayangkan pada masa-masa itu.


Oleh : Kurnia

Kisah Teater Bunga Penutup Abad Untuk Mengenang Pramoedya Ananta Toer

JAKARTA, TEGARNEWS.com - Kisah Teater Bunga Penutup Abad, yang terinspirasi dalam novel ' Bumi Manusia ' dan ' Anak Semua Bangsa ' yang termasuk dalam seri novel Tetralogi Pulau Buru karya sastrawan besar Indonesia Pramoedya Ananta Toer.

Pementasan yang di persembahkan untuk mengenang 10 tahun wafatnya Pramoedya ini mengisahkan tentang kehidupan Nyai Ontosoroh yang diperankan oleh (Happy Salma) dan Minke (Reza Rahadian) usai kepergiannya Annelies (Chelsea Islan) ke Belanda.

Kehidupan Annelies sejak berangkat dari pelabuhan Surabaya dikabarkan oleh Panji Darman melalui Surat-suratnya yang dikirimkan pada Minke dan Nyai Ontosoroh . surat-surat itu bercap kan Pos dari berbagai tempat singgah kapal yang ditumpangi Annalies dan Panji Darman.

Surat-surat dari Panji Darman sangatlah rinci, yang menggambarkan tentang keadaan Annalies yang terpukul karena ia harus terpisah dengan ibu maupun suaminya.

Kabar dari Panji Darman juga menjadi pelepas rindu Nyai dan Minke yang terpenjara dirumah sendiri.

Minke sering membacakan surat-surat itu pada Nyai Ontosoroh, Surat demi surat membuka pintu kerinduan antara mereka, juga kisah pertama kali Minke berkenalan dengan Sang Pujaan hati Annelies.

Tidak lupa juga cerita lucu yang disuguhkan dalam adegan sahabat Minke, Jean Marais yang diperankan oleh (Lukman Sardi) untuk melukis Nyai Ontosoroh.

Mulai dari pujian, Ciuman mesra hingga pelukan hangat yang diberikan Minke kepada Annalies dan akhirnya menjadi Istri. Tetapi, Minke harus merelakan kepergian Annalies ke Belanda. Kesedihan tersebut pun membuat Minke ingin pergi ke Batavia dan melanjutkan sekolah nya menjadi seorang Dokter.

Belum juga Minke pergi, kabar buruk pun datang. dalam surat Panji tertuang bahwa Annalies telah meninggal dunia, dan kegelapan pun sontak mengerumuni rumah itu, dan Kebencian pun Meradang..

Dan kisah yang terinspirasi dari novel ' Bumi Manusia dan ' Anak Semua Bangsa ' karya Pramoedya ini pun sungguh memukau, dan mengajak penontonnya membayangkan pada masa-masa itu.


Oleh : Kurnia

Kamis, 25 Agustus 2016

Laporan Sekumpulan Para Ilmuwan Tentang Temuan Planet Mirip Bumi ' Bumi Kedua '

JAKARTA, TEGARNEWS.com - Awal awal ini sudah muncul beberapa Laporan dari sekumpulan para ilmuwan yang telah melihat objek planet yang di yakini mirip Bumi, yang mengorbit Proxima Centauri salah satu bintang tetangga terdekat dengan matahari.

Planet luar surya (Kepler) NASA dengan misi Penemuan planet, berhasil menemukan sebuah planet seukuran Bumi, Galaksi satu ini tampaknya cukup menjanjikan di suatu hari nanti, puluhan tahun dari sekarang. Posisi planet ini 4,2 tahun cahaya atau 25 triliun mil dari bumi.

Dan kabarnya para peneliti akan mengungkapkan Penemuannya tersebut secara lengkap sebelum akhir bulan ini, dan tampaknya pada planet itu, sedikit ada harapan bagi makhluk Bumi sebagai habitat baru di masa depan.

Temuan itu pun menjadi hal yang penting dalam upaya pencarian planet terdekat Bumi yang telah dilakukan pada beberapa dekade, Penemuan objek planet atau ' Bumi Kedua ' itu juga menggambarkan dedikasi dan hasrat sejumlah peneliti Internasional.

Pasalnya, posisi planet itu diklaim berada di Zona Huni (Habitable Zone) atau di kenal juga dengan istilah Goldilock Zone.

"Kami berharap penemuan ini menginspirasi generasi masa depan untuk terus mencari hal yang lebih dari Proxima Centauri. Pencarian kehidupan pada Proxima b bakal datang berikutnya," ujar Guillem Anglada-Escude, doktor Queen Mary University of London dikutip dari The Sun.

Terkait seberapa ukuran planet dan jarak dari bintang induknya, masih banyak yang misterius, para ilmuwan hanya memiliki petunjuk kondisi planet tersebut seperti bumi, Namun bisa juga seperti planet Venus dan kalau yang kering seperti planet Mars.







Oleh : Kurnia




Sabtu, 16 Juli 2016

Kepolisian diminta usut kalender lambang PKI bakal calon Wali Kota Singkawang


JAKARTA, TEGARNEWS.com - Aparat pemerintah diminta cepat menanggapi isu kebangkitan komunisme yang menyeret Anggota DPRD Kota Singkawang, Thjai Cui Mie.
Bakal calon wali kota Singkawang pada Pilkada tahun depan itu diduga membagikan kalender yang memuat logo palu arit, lambang PKI, sebagai sarana sosialisasi pencalonannya kepada masyarakat.
Sebagian anggota masyarakat Singkawang pun resah karena isu komunis berdampak serius terhadap stabilitas sosial dan politik di kotanya.
Mengutip RMOL, Juru Bicara Presiden era Abdurahman Wahid (Gus Dur), Adhie Massardie, meminta agar pemerintah pusat lekas merespons isu ini. Kalau dibiarkan liar, bisa menjadi potensi konflik di tengah masyarakat.
Yang terpenting, figur-figur politisi daerah yang terindikasi terlibat dalam pemakaian logo palu arit sebaiknya tidak diberi ruang untuk berkuasa karena hal itu bisa dianggap masyarakat sebagai kebangkitan komunis.
“Terlepas dari benar atau salah, isu itu bisa menjadi sumber konflik sosial. Makanya, saya meminta kepala BIN dan Kapolri segera melakukan investigasi yang mendalam,” tegas Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) itu.
Adhie menambahkan, partai politik tidak boleh mencalonkan politisi daerah yang terindikasi dekat dengan isu komunisme ini.
“Meskipun kebenaran dari isu ini perlu ditelaah secara mendalam dan komprehensif, setidaknya partai politik harus ambil bagian dalam mengantisipasi risiko yang lebih buruk dengan tidak mencalonkan mereka yang diduga terlibat dalam gerakan komunisme gaya baru ini,” lanjutnya. [Stv]

Selasa, 14 Juni 2016

Badan Narkotika Nasional Membongkar Penyimpanan Narkoba dalam Tiang Pancang

Kepala BNN Komjen Budi Waseso menunjukkan narkotika yang disembunyikan di tiang pancang/MTVN/M Rodhi Aulia
JAKARTA, TEGARNEWS.com - Ketua Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso bersama tim menggerebek sebuah kontrakan di kawasan Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara. Budi dan tim menemukan sembilan tiang pancang berbahan baja yang menjadi tempat penyimpanan narkoba.

"Ini modus baru. Dengan mengunakan ini tidak akan tembus dari x-ray. Karena ketebalan besi, ditambah pakai alumunium foil sabunya tidak terdeteksi. Selain itu tidak ada udara yang tembus. Anjing pelacak pun akan kesulitan," kata Budi di lokasi, Selasa (14/6/2016).

Tiang pancang berbentuk pipa itu memiliki diameter 16 centimeter dengan ketebalan 4 centimeter dengan berat kira-kira 120 hingga 190 kilogram. Dari sembilan pipa, Budi sudah membuka satu pipa yang ternyata berisi narkoba jenis sabu kristal.

"Yang kita bongkar satu tabung (pipa) isinya kurang lebih 5 kilogram. Tapi semua pipa belum tentu sama. Kalau kira-kira sama, kita perkirakan totalnya 45 kilogram," ujar bekas Kabareskrim Mabes Polri itu.

iang pancang berisi narkotika/MTVN/M Rodhi Aulia
Sayangnya, Budi masih enggan merinci asal tiang pancang. Pihaknya masih mengembangkan penyelidikan dan penyidikan.

"Sudah ada yang kita tangkap tiga orang," ujar dia.

Selain itu, kata Buwas, tersangka membuat kontrakan seolah sebagai pabrik pembuatan mie telur. Di dalam pabrik rumahan tersebut ditemukan barang bukti beserta alat pemotong besi untuk membongkar.

Menurut Budi, pengungkapan kasus ini bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Bea Cukai. Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi ikut hadir dalam penggerebekan.

Ratusan warga menyemut di lokasi. Menurut salah satu warga, kontrakan baru ditempati sekitar sepekan.


Sumber: MetroNews | Editor: Stv
 
Copyright © 2014 Tegar News. Designed by OddThemes